Thursday, December 22, 2016

Setiap Muslim Akan Menghadapi Cubaan Dan Ujian

Siapakah yang akan mendapatkan ujian?
Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً
Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »
Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kukuh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualiti agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cubaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” [1]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,
وَاِذَا عَظُمَت المِحْنَةُ كَانَ ذَلِكَ لِلْمُؤْمِنِ الصَّالِحِ سَبَبًا لِعُلُوِّ الدَرَجَةِ وَعَظِيْمِ الاَجْرِ
“Cubaan yang semakin berat akan senantiasa menimpa seorang mukmin yang soleh untuk meninggikan darjatnya dan agar ia semakin mendapatkan ganjaran yang besar.”[2]
Syaikhul Islam juga mengatakan,
واللهُ تَعَالَى قَدْ جَعَلَ أَكْمَلَ المُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَعْظَمُهُمْ بَلاَءً
“Allah akan memberikan cubaan terberat bagi setiap orang mukmin yang sempurna imannya.”[3]
Al Munawi mengatakan, “Jika seorang mukmin diberi cubaan maka itu sesuai dengan ketaatan, keikhlasan, dan keimanan dalam hatinya.”[4]
Al Munawi mengatakan pula, “Barangsiapa yang menyangka bahawa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta. Betapa banyak orang soleh (ulama besar) yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan. Tidakkah kita melihat mengenai kisah disembelihnya Nabi Allah Yahya bin Zakariya, terbunuhnya tiga Khulafa’ur Rosyidin, terbunuhnya Al Husain, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir. Begitu juga tidakkah kita perhatikan kisah Abu Hanifah yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, Imam Malik yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga lepaslah bahunya, begitu juga kisah Imam Ahmad yang disiksa hingga pengsan dan kulitnya disiat dalam keadaan hidup. … Dan masih banyak kisah lainnya.[5]
Semakin kuat iman, semakin berat cobaan, namun semakin Allah cinta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
Sesungguhnya balasan terbesar dari ujian yang berat. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cubaan kepada mereka. Barangsiapa redha, maka Allah pun redha. Dan barangsiapa murka (tidak suka pada cubaan tersebut), maka baginya murka Allah.”[6]
Kewajiban kita adalah bersabar dan bersabar. Ganjaran bersabar sangat luar biasa. Ingatlah janji Allah,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga).” (QS. Az Zumar: 10). Al Auza’i mengatakan bahwa  ganjarannya tidak boleh ditukar dan ditimbang. Ibnu Juraij mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar pahala bagi mereka tidak boleh dihitung sama sekali, akan tetapi akan diberi tambahan dari itu. Maksudnya, pahala mereka tak terhingga. Sedangkan As Sudi mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar adalah surga.[7]
Makna asal dari sabar adalah “menahan”. Secara syar’i, pengertian sabar sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim,
فَالصَّبْرُ حَبْسُ النَّفْسِ عَنِ الجَزْعِ وَاللَِّسَانِ عَنِ التَّشَكِّي، وَالجَوَارِحِ عَنْ لَطْمِ الخُدُوْد وَشَقِّ الثِيَابِ وَنَحْوِهِمَا
Sabar adalah menahan diri dari marah-marah, menahan lisan dari mengeluh, dan menahan anggota badan dari menampar pipi, merobek-robek baju dan perbuatan tidak sabar selain keduanya.[8] Jadi, sabar meliputi menahan hati, lisan dan anggota badan.
Semoga Allah memberi taufik dan kekuatan kepada kita dalam menghadapi setiap ujian.
____________________________________________________________________

[1] HR. Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4024, Ad Darimi no. 2783, Ahmad (1/185). Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 3402 mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[2] Al Istiqomah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 2/260, Jami’ah Al Imam Muhammad bin Su’ud, cetakan pertama, 1403 H.
[3] Qo’idah fil Mahabbah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 150, Maktabah At Turots Al Islamiy.
[4] Faidhul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, ‘Abdur Ro-uf Al Munawi, 1/73, Al Maktabah At Tijariyah Al Kubro, cetakan pertama, tahun 1356 H.
[5] Faidhul Qodir Syarh Al Jami’ Ash Shogir, ‘Abdur Ro-uf Al Munawi, 1/158, Asy Syamilah
[6] HR. Tirmidzi no. 2396, dari Anas bin Malik. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.
[7] Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 7/89, Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.
[8] ‘Iddatush Shobirin, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hal. 7, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Beirut.

- Artikel asal diambil dari laman sesawang Rumaysho.com

Wednesday, October 19, 2016

Perbanyakkan Istighfar..:)

Firman Allah:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12 (

Maka aku (Nabi Nuh) berkata kepada mereka: Istighfar (mohonlah ampun) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun (10) Dia akan menghantar hujan kepadamu dengan lebat , dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Dia membuat untukmu kebun-kebun dan sungai-sungai.” (Nuh: 10-12)

Dalam Fathul Bari disebutkan:

ان رجلا شكى إليه الجدب فقال استغفر الله وشكى إليه آخر الفقر فقال استغفر الله 

Seorang lelaki datang kepada Hasan al-Basri rahimahullah tentang kemarau yang melanda. Lalu Hasan al-Basri menjawab: Istighfarlah kepada Allah. Datang orang yang lain pula dan mengadu tentang kemiskinan. Hasan al-Basri menjawab: Istighfarlah kepada Allah.

وشكى إليه آخر جفاف بستانه فقال استغفر الله وشكى إليه آخر عدم الولد فقال استغفر الله ثم تلا عليهم هذه الآية وفي الآية

Orang yang mengadu pula tentang kebunnya yang tidak subuh. Hasan al-Basri menjawab: Istighfarlah kepada Allah. Datang lagi orang yang lain mengadu dia tiada anak. Hasan al-Basri menjawab: Istighfarlah kepada Allah. Kemudian Hasan al-Basri membacakan ayat di atas. (Nuh 10-12).

[Fathul Bari Syarh Sahih al-Bukhari, Bab قوله باب أفضل الاستغفار , juzuk 11, m/s 98 (Maktabah Syamilah)]

Tuesday, July 5, 2016

Perutusan Eidul Fitri 1437H / 2016M


Assalamualaikum Warahmatullah..

1. Saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Eidul Fitri 1437H/2016M kepada semua muslimin dan muslimat di Malaysia dan saya berharap kita semua dapat berhari raya pada kali ini dalam keadaan aman,tenang serta dapat membuat lawatan ke rumah keluarga, sahabat handai bagi mengeratkan lagi hubungan silaturrahim..

2. Tetapi, yang paling utama sekali bagi saya ialah, apabila kita memandu di jalan raya, janganlah terlalu gopoh dan tergesa-tergesa, pandulah dengan perlahan dan tenang.. yang penting, kita sampai ke destinasi yang dituju.. bukan soal cepat mahupun lambat.. jangan kerana nak cepat sangat, kita, tak sampai langsung..

3.  Kemudian, marilah sama-sama kita ikuti sunnah nabi SAW ketika menyambut hari raya Eidul Fitri sepertimana gambar rajah dibawah :-


4. Akhir kalam, Selamat Hari Raya Eidul Fitri, Maaf, zahir dan batin.. semoga kedatangan Syawal pada kali ini juga meningkatkan iltizam dan semangat kita untuk terus beribadah kepada-Nya.. Semoga ALLAH Azza Wajall senantiasa merahmati kita semua..

Sekian..

** Cetakan komputer tidak perlukan tandatangan

Friday, July 1, 2016

Permulaan Baru Bagi Dunia Penulisan Blog..

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh..

1.  Sebelum ini, saya sudah punyai 2 blog dan blog yang pertama (Februari 2010) telah di'hack' oleh orang yang tidak dikenali dan blog kedua (November 2010), saya telah padamkannya ekoran saya berasakan penulisan di blog tersebut tidak memberikan kepuasan pada diri saya.

2.  Tiba-tiba, pada petang 1 Julai 2016, bersamaan 26 Ramadan 1437, saya berasa ingin mewujudkan satu blog saya semula. Inshaallah, saya akan manfaat blog ini sebagai medium untuk saya berkongsi ilmu dan sedikit catatan yang mungkin boleh memberikan manfaat kepada pembaca.

3.  Saya berdoa supaya ALLAH Taala mengampuni dosa saya dan memberkahi usaha saya ini.

Sekian..

Wallahua'lam..